Beberapa hari lalu dunia dikejutkan dengan serangan teroris di Mumbai, India, yang menewaskan lebih dari 170 jiwa, sebagian diantaranya adalah warga asing. Target serangan itu memang orang asing, terutama warga Amerika dan Inggris. Tak pelak lagi, kutukan keras pun bermunculan dari berbagai negara atas aksi keji tersebut.
Bagi saya, yang lebih menyedihkan justru dalang dibalik serangan teroris tersebut, yang diklaim berasal dari umat muslim. Deccan Mujahidien, mengklaim bahwa aksi di Mumbai adalah aksi mereka. Entah darimana sumber berita tersebut, yang jelas tidak lama setelah aksi serangan teroris di Mumbai, nama Deccan Mujahidien disebut-sebut.
Benarkah umat muslim lagi yang membuat teror? Ataukah itu cuma rekayasa agen-agen rahasia dunia, seperti CIA?
Kalau dilihat dari target sasarannya, hampir sama dengan apa yang terjadi di Bali yang menyebut nama Amrozy cs sebagai pelakunya, yakni orang-orang non-muslim yang berasal dari negara yang "memusuhi" islam. Di satu sisi, aksi teroris bisa terbaca polanya, yakni menjadikan warga negara-negara yang tidak bersahabat dengan islam sebagai target sasaran. Di sisi lain, hal itu menimbulkan pertanyaan tersendiri. Apakah pelaku benar-benar orang-orang muslim? Jangan-jangan ada skenario yang sistematis untuk mendeskriditkan islam.
Untuk menghancurkan islam tidaklah gampang kalau itu dilakukan dari luar. Namun, jika dilakukan dari dalam akan mudah. Menghancurkan islam dari dalam berarti menggunakan orang-orang islam sendiri sebagai pelaku tindak kejahatan. Pola kerja agen-agen rahasia adalah merekrut orang-orang yang dianggap bisa diajak kerjasama untuk melakukan suatu perbuatan tertentu, dengan iming-iming imbalan materi. Jadi, bukan tidak mungkin, para agen rahasia merekrut orang-orang islam, terutama yang bersebrangan dengan pemerintah, untuk membuat aksi teror.
Perang ideologi yang dahulu disebarluaskan orang-orang non-muslim tidak berhasil. Hal ini nampak dari semakin banyaknya orang-orang dari Eropa dan Amerika yang memeluk agama islam hingga kini. Lantas, dilakukanlah strategi pencitraan yang buruk atau stigmatisasi terhadap umat islam dengan berbagai cara.
Tapi, ini hanya analisis saya semata. Waallaahua'lam bish showab. Hanya Allah yang paling mengetahui.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar