Sudah dua pekan lebih agresi Israel ke Palestina berlangsung. Tank-tank artileri dan pesawat-pesawat tempur israel membombardir tanah Palestina. Seluruh kekuatan pasukan negeri zionis dikerahkan melalui jalur darat, laut dan udara. Rakyat Palestina benar-benar dikepung dari berbagai penjuru. Dilain pihak, Dewan Keamanan PBB mandul dan Perserikatan Bangsa-bangsa atau PBB sendiri cuma bisa mengeluarkan resolusi untuk mengakhiri konflik di tanah Palestina. PBB, sebuah lembaga yang merupakan representasi dari seluruh negara di dunia tidak mampu berbuat banyak karena veto dari Amerika. Sungguh ironis.Pihak Israel berdalih, penyerangan ke tanah Palestina ditujukan untuk menghancurkan kekuatan pejuang-pejuang HAMAS. Namun, kenyatannya rakyat sipil yang tak berdosalah yang menjadi korban kebiadaban mereka. Anak-anak kecil yang semestinya merasakan dunia kebebasan bermain dan kaum perempuan yang semestinya dilindungi dihancurleburkan roket-roket Israel. Mereka menjadi bulan-bulanan tentara Israel yang ganas. Jumlah mereka yang tewas hingga kini diperkirakan sudah mencapai 900 orang. Astaghfirullahal Adziim...sungguh biadab orang-orang zionis tersebut.
Pertempuran yang tidak seimbang antara pejuang Hamas dengan tentara Israel terus berlanjut. Korban-korban terus berjatuhan. Ini merupakan fenomena genocida atau pembunuhan massal di abad modern yang biadab dan seharusnya tidak bisa dibiarkan begitu saja. Dunia internasional melalui PBB semestinya bisa berbuat banyak jika saja tidak ada hak veto. Ya. Hal veto itulah yang selama ini dipakai untuk senjata Israel dalam menyerang Palestina. Mereka berlindung dibalik ketiak Amerika Serikat, negara yang menyebut dirinya sebagai pakar demokrasi tapi sebenarnya tidak sangat demokratis. Sudah selayaknya keberadaan hak veto itu dihilangkan karena tidak mencerminkan prinsip-prinsip demokrasi dunia.
Kelicikan Politik Israel
Salah satu kelicikan yang nyata dilakukan Israel adalah menggunakan tameng Amerika sebagai andalan untuk mementahkan setiap argumen dan seruan perdamaian dari selurh pemimpin dunia. Dengan hak veto yang dimiliki Amerika, ia bisa dengan mudah mementahkan setiap usaha untuk memojokkan Israel agar berdamai dengan Palestina. Kelicikan yang lain adalah perjanjian perdamaian dengan Mesir, negara yang berbatasan dengan Israel. Mesir dan Israel melakukan perjanjian perdamaian untuk tidak saling menyerang. Perjanjian tersebut tidak lain hanyalah akal busuk Israel untuk terus merangsek ke tanah Pakestina dan merampas tanah Palestina.
Mesri adalah negara yang semestinya bisa berbuat banyak untuk membantu Palestina. Disamping karena sama-sama negara muslim, juga letaknya yang berbatasan dengan Palestina. Mesir nampaknya takut jika sewaktu-waktu Israel menyerangnya jika ia membantu Palestina. Ladang minyak yang begitu besar akan mudah dihancurkan Israel jika Mesir berbuat macam-macam. Untuk itulah ia mau saja dicokok Israel untuk membuat pakta perjanjian kedua negara.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar